Page Nav

HIDE

Post/Page

Weather Location

HOT:

latest

Perang Dagang Mereda, Rupiah Terus Unjuk Gigi

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyebut rupiah berpeluang terus mengalami penguatan. Terlebih setelah tekanan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan Tiongkok mulai mereda.

"Dengan berita pe…

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyebut rupiah berpeluang terus mengalami penguatan. Terlebih setelah tekanan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan Tiongkok mulai mereda.

"Dengan berita perang dagang (mereda), maka akan terbuka peluang rupiah menguat yang sebenarnya sudah mulai menguat akhir Oktober lalu," kata Darmin dalam CEO Networking 2018 di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Senin, 3 Desember 2018.

Dibandingkan negara berkembang lainnya, Darmin menambahkan rupiah mengalami penguatan yang paling cepat. Bahkan penguatan rupiah lebih baik dibandingkan negara ASEAN maupun mata uang negara lain seperti Brasil, India, Afrika Selatan, hingga Turki.

"Sebulan terakhir ini, rupiah mengalami penguatan yang tercepat. Oleh karena itu dengan kemungkinan perang dagang semakin reda, kelihatannya kita bisa jalankan program ekonomi kita dengan lebih baik," jelas dia.

Pada pembukaan perdagangan hari ini, rupiah mengalami apresiasi terhadap dolar AS. Positifnya pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping menjadi salah satu pemicunya.

Mengutip Bloomberg, rupiah dibuka menguat ke level Rp14.270 per USD dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di Rp14.301 per USD.

Rupiah terus menguat hingga mencapai 34 poin atau setara 0,24 persen ke posisi Rp14.267 per USD. Adapun rentang gerak rupiah berada di Rp14.237-Rp14.270 per USD.

Sementara itu berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah melesat tajam hingga 57 poin atau setara 0,40 persen ke posisi Rp14.243 per USD. Sebelumnya, rupiah pekan lalu ditutup ke level Rp14.300 per USD.

SUMBER : LINK

Tidak ada komentar